Sabtu, 14 Mei 2011

Sikap FSLDK terkait peringatan HUT Israel di Jakarta


Bismillahirahmanirrahim

Sikap FSLDK terkait peringatan HUT Israel di Jakarta :

  1. Menolak dengan keras perayaan HUT Isreal di Indonesia. Karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Isreal dan Israel adalah negara penjajah yang bertentangan dengan dengan Pembukaan UUD 1945.
  2.  Menolak segala bentuk ekspresi pernyataan pikiran dan sikap yang dapat menimbulkan keresahan sosial dan konflik horizontal dalam kehidupan beragama di Indonesia.
  3.  Menyerukan kepada seluruh LDK untuk melakukan aksi solidaritas untuk Palestina pada tanggal 15 Mei 2011 sebagai peringatan terhadap peristiwa hari An Nakbah.
Refleksi Perjuangan Pemuda Palestina
Dalam Konteks Kebangkitan Perang Salib

By : BK Isu Dunia Islam FSLDK

Perjuangan pembebasan palestina dari cengkeraman Zionis digelorakan oleh berbagai pihak. Berbagai macam sarana perjuangan digunakan, diselenggarakan, dan diusahakan untuk dikonsistenkan. Berbagai upaya itu menghasilkan efek dan hasil yang berbeda untuk akumulasi nilai perjuangan. Ada yang berdampak sangat signifikan, namun ada juga yang menyumbang batu bata kecil dalam kerangka bangunan peradaban. Semua tidak ada masalah. Semua sah. Semua mampu membuat kaum Zionis gelisah. Namun sudah saatnya kita berfikir lebih strategis, karena yang menjadi tujuan kita bukan sebuah heroisitas, bukan sekedar respon non-permanen tanpa desain.
Sejarah menyediakan pengetahuan bagaimana cara memenangkan sebuah pertempuran. Sejarah memberikan pelajaran tentang perilaku yang akan mengantarkan umat Islam dalam pahitnya jurang kekalahan. Maka kita harus berguru pada sejarah untuk mendapatkan ruh kebangkitan. Shalahuddin Al Ayyubi adalah salah satu contoh sosok yang didaulat sejarah untuk menjadi sebuah pahlawan dan dari sana lah umat Islam dapat mengambil intisari nilai-nilai perjuangan.
Kehadiran sosok Shalahuddin Al Ayyubi selama ini selalu dielu-elukan dan diimpikan. Seolah semuanya akan mampu untuk diselesaikan. Padahal kebangkitan umat Islam dalam Perang Salib bukan hanya milik perorangan. Shalahuddin Al Ayyubi bukan sosok tunggal penentu nilai perjuangan. Kompleksitas permasalahan umat Islam pada masa itu, dapat disamakan dengan kondisi sosial politik umat Islam yang ada sekarang, perpecahan antar golongan, pertengkaran antar madzhab dan berbagai intrik perebutan kekuasaan. Maka upaya persatuan adalah hal paling urgen untuk dilakukan. Disinilah peran ulama yang dimotori Imam Ghazali dan Abdul Qadir Jailani menjadi penting untuk kita tinjau dan pelajari. Upaya penyadaran umat Islam akan adanya musuh bersama menjadi landasan perjuangan yang bisa kita ikuti.
Persatuan umat Islam adalah sistem yang satu dan kehadiran Shalahuddin Al Ayyubi sebagai pemimpin adalah sistem yang lain. Sinergitas kedua sistem itulah yang umat Islam sekarang perlukan. Maka kita harus mampu memposisikan diri secara proporsional, apa yang bisa kita lakukan, dan sosok mana yang bisa FSLDK hasilkan.

Pembantaian di Bulan Mei

           Apa yang terlintas di benak kita ketika diminta untuk menyebutkan  peristiwa  atau kejadian yang terjadi pada bulan Mei? Mungkin akan ada yang menjawab peristiwa tersebut adalah Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Atau yang lebih fenomenal yaitu tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang menandai berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Selain itu mungkin ada yang menyebutkan Hari Buruh sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei. Biasanya hari tersebut diperingati dengan unjuk rasa oleh para pekerja di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Bulan Mei mungkin juga dikaitkan dengan Hari Reformasi yang menjadi saksi atas tumbangnya rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei tahun 1998. Itu beberapa peristiwa yang lazim diketahui oleh bangsa kita.

          Namun taukah Anda peristiwa ‘Uyun Qaara? Atau peristiwa Naashiruddin? Pasti peristiwa ini asing terdengar oleh telinga kita. Maklum, peristiwa ini memang tidak terjadi di Indonesia tetapi terjadi di tanahnya para nabi yaitu di Palestina. Dua peristiwa itu merupakan tindakan biadab zionis Israel yaitu pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Peristiwa Naashiruddin adalah pembantaian yang terjadi pada tanggal 13 Mei 1948 di desa yang terletak di dekat Thabriyah. Pada peristiwa ini Israel  sangat licik. Mereka mendatangi perkampungan tersebut dengan menggunakan pakaian Arab. Ketika penduduk setempat berbaik hati menyambut kedatangan mereka dengan hangat, mereka justru memberikan sebuah “hadiah” kejutan. Yaitu pembantaian tanpa ampun yang merenggut nyawa semua penduduk yang tinggal di kampung tersebut.

             Selanjutnya pada tanggal 21 Mei 1948 panser-panser menyerbu desa besar bernama Bait Darais di sebelah timur Gaza. Panser-panser itu membabat habis semua penduduk desa tersebut dengan cara membunuh, meledakkan dan melindas penduduk. Termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua. Pembantaian lain yang terjadi pada bulan Mei adalah pembantaian ‘Uyun Qaara (dekat Tel Aviv). Tepatnya terjadi pada tanggal 20 Mei 1989. Seorang tentara Israel menembakkan senjata mesinnya ke tengah-tengah sekelompok pekerja palestina yang sedang berkumpul. Tujuh orang tewas seketika dalam serangan tersebut.

                Selain beberapa peristiwa di atas, pada tanggal 14 Mei 1948 David Ben Gurion memproklamasikan berdirinya sebuah negara Yahudi di tanah Palestina yang disebutnya dengan nama Israel. Sontak hal ini membuat negara-negara Arab naik pitam kala itu. Karena mereka mendirikan sebuah negara di tanah bangsa lain. Peristiwa ini juga yang merupakan awal bencana besar kemanusiaan di Palestina dan ancaman bagi kedamaian di dunia.

         Selang sehari yaitu tanggal 15 Mei 1948 terjadilah pengusiran terhadap 700.000 rakyat Palestina. Peristiwa inilah yang dikenal dengan hari Nakbah atau hari bencana. Israel Memaksa mereka untuk mengungsi ke negara-negara tetangga yang berbeda. Tentara penjajah Israel itu menyapu hampir 500 desa Palestina dan kota-kota dari peta, dan mereka menjadikan sekitar 4,7 juta menjadi pengungsi dan hanya bisa bermimpi untuk kembali ke tanah air mereka sejak lebih dari enam dekade kemudian. 

           Penyerbuan terhadap kapal Mavi Marmara oleh zionis Israel juga terjadi pada bulan Mei. Tepatnya 31 Mei 2010 saat waktu subuh. Terjadi satu tahun yang lalu. Rombongan dalam kapal tersebut yang disebut dengan Freedom Flotilla  dibantai oleh pasukan keji zionis. Tercatat belasan orang tewas puluhan orang mengalami luka dalam serangan biadab tersebut. Padahal kita tahu bahwa kapal tersebut membawa misi kemanusiaan untuk memberikan bantuan terhadap warga Gaza yang telah diblokade oleh Israel.